Connect with us

Timur barat selatan utara Hujan rintik syahdu menanti Jiwa besar terhadap negara Satu undi begitu bererti (19/11/2022) - twitter anwaribrahim

Malaysia

Pakatan Harapan Menang Pemilu Malaysia PRU15: Anwar Ibrahim PM? Keputusan Belum Final Walau Rakyat Malaysia Sudah Memutuskan

Koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Datuk Seri Anwar Ibrahim telah memenangi Pemilu (PRU) ke-15 dengan meraih dukungan kursi di Dewan Rakyat sebesar 82 kursi.

Suruhanjaya Pilihan Raya Malaysia (SPRM) yang dikenal di Indonesia Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil Pilihan Raya Umum (PRU) ke-15 dengan hasil perolehan suara di Dewan Rakyat (DPR) sebagai berikut:

– Pakatan Harapan (PH) = 82 kursi
– Perikatan Nasional (PN) = 73 kursi
– Barisan Nasional (BN) = 30 kursi
– Borneo Blok = 35 kursi

Para Tokoh Tumbang

Pemilu (PRU) ke-15 yang berlangsung 19 November 2022, sangat sengit dan keras. Hasil Pemilu (PRU) ini banyak tokoh yang tumbang atau kalah seperti Mahathir Mohamad, Bekas Perdana Menteri yang berumur 97 tahun, menderita kekalahan pertama kalinya dalam Pemilu (PRU) ke-15. Ini kekalahan pertamanya sejak 53 tahun terakhir, yang menandai akhir karir politiknya selama tujuh dasawarsa.

Selain itu, Tengku Razaleigh Hamzah, politisi kawakan yang memulai karir politik sebagai Dewan Undangan Negeri (DUN) sejak 1969, dan 1986 dalam 50 tahun karir politiknya menjadi Ahli Parlimen dari Ulu Kelantan Barat, kalah telak di PRU ke-15.

Begitu juga, Datuk Kahairy Jamaluddin, calon dari Barisan nasional, yang juga Menteri Kesehatan Malaysia, kalah dari Datuk R. Ramanon, calon dari Pakatan Harapan. Begitu pula, Datuk Azmin Ali, pemimpin kanan Parti Bersatu, calon Perikatan Nasional, kalah dengan Menteri Besar Selangor, Amirudin Shaari, calon dari Pakatan Harapan.

Selain itu, Nurul Izzah Anwar, wakil presiden Parti Keadilan Rakyat kalah di Pematang Pauh. Padahal kawasan ini pernah dimenangkan oleh Anwar Ibrahim, kemudian Dr. Wan Azizah Wan Ismail dan terakhir Nurul Izzah Anwar.

Isu Perkauman (SARA)

Pemiu (PRU) ke-15 di Malaysia sangat sengit, karena isu perkauman yang populer di Indonesia “SARA” (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan) dimainkan.

Muhyiddin Yassin, calon Perdana Menteri Malaysia dari Perikatan nasional (PN) misalnya mengatakan, Pakatan Harapan disusupi kristenisasi dan Yahudi. Begitu juga Presiden PAS Datuk Abdul Hadi Awang mengatakan bahwa yang tidak mengundi (memilih) Parti Islam PAS kafir, akan masuk neraka.

Anwar Ibrahim, Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang juga calon Perdana Menteri dari Pakatan Harapan menjawab tuduhan kepada Pakatan Harapan dengan mengatakan bahwa Muyiddin Yassin tidak bermodal. Mungkin maksudnya tidak ada lagi ada isu yang bisa dimainkan, lalu menggunakan isu perkauman. Anwar Ibrahim juga merespon pernyataan Presiden PAS dengan mengatakan “Kalau mengatakan rakyat tidak memilih (mengundi) PAS kafir dan masuk neraka,” mengapa PAS bekerjasama dengan Parti yang bukan Parti Islam (maksudnya Parti Pribumi Malaysia Bersatu) dan masuk Koalisi Perikatan Nasional yang bukan Islam?.

Anwar juga menegaskan ““Saya bukan bodohlah Hadi,” kata Anwar dalam ceramah di sini. “Saya percaya, saya kena jaga orang Melayu yang majoriti. Tetapi, kalau saya mahu jadi ketua negara ini, saya mesti jaga orang Cina macam keluarga saya sendiri, baru kita boleh selamat. Sama juga dengan orang India.”

Isu perkauman (SARA) yang dianggap sensitif bagi Malaysia yang multi rasial , kembali digunakan dalam Pemilu (PRU) ke-15. Apakah karena isu perkauman, PAS meraih dukungan suara yang besar di tiga Negara Bagian di Malaysia seperti Kelantan, Trengganu dan Kedah.

Begitu pula, apakah karena isu perkauman yang disampaikan secara terbuka oleh Muhyiddin yassin dalam kampanye, sehingga Koalisi Perikatan Nasional (PN) yang di dalamnya bergabung PAS, mendulang dukungan suara yang besar dalam Pemilu (PRU) ke-15 dengan 73 kursi di Dewan Rakyat, kita tahu persis. Dugaan, isu perkauman memberi pengaruh kepada pemilih (pengundi) untuk mengundi PAS dan PN.

Anwar Ibrahim PM Malaysia?

Koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Datuk Seri Anwar Ibrahim telah memenangi Pemilu (PRU) ke-15 dengan meraih dukungan kursi di Dewan Rakyat sebesar 82 kursi.

Kemenangan tersebut belum cukup untuk membentuk pemerintahan baru hasil Pemilu (PRU) ke-15, karena sekurang-kurangnya harus memiliki 111 kursi di Dewan Rakyat baru boleh membentuk pemerintahan berdasarkan persetujuan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah.

Oleh karena itu, Anwar Ibrahim harus mencari partner koalisi untuk boleh membentuk pemerintahan baru. Simulasinya berdasarkan hasil pemilu (PRU) ke-15, jika Pakatan harapan berkoalisi Borneo Blok (PH+Borneo Blok), maka hasilnya= 117 kursi.

Begitu juga kalau Pakatan Harapan, boleh berkoalisi dengan Barisan Nasional ( PH+BN), maka cukup untuk bisa membentuk pemerintahan baru= 112 kursi.

Dalam konferensi pers pasca pengumuman hasil Pemilu (PRU) ke-15 oleh SPR, Anwar Ibrahim mengatakan, sudah melakukan berjanjian tertulis dengan koalisi yang ikut bertanding dalam Pemilu (PRU) ke-15. Jika ini benar, maka berdasarkan hasil Pemilu (PRU) ke-15 yang dimenangi Pakaran Harapan (PH), maka Anwar Ibrahim berpeluang menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10.

Baca Juga

Pendidikan

Prof Dr. Kasim bin Mansor, Rektor Universiti Malaysia Sabah (UMS) mengemukakan bahwa dia akan mendirikan (menubuhkan) Bajau Chair di Universiti yang dipimpinnya.

Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Kamis, 19 Januari 2023, di Putra Jaya, Malaysia menyampaikan pidato yang bertema Membangun Malaysia Madani.

Malaysia

Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kewangan (Keuangan), menghadapi cabaran (tantangan) yang berat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan.

Malaysia

Kita berharap lawatan PM Anwar Ibrahim di Indonesia yang berlangsung 8-9 Januari 2023 memberi manfaat yang besar, semakin mempererat dan memperkukuh hubungan Indonesia Malaysia di...

Malaysia

Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini, Ahad 8 Januari 2023 melakukan lawatan resmi dua hari di Indonesia.

Malaysia

Besarnya sokongan anggota Parlemen Malaysia kepada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri, dan adanya Undang-Undang yang melarang Ahli Parlimen Malaysia untuk pindah blok seperti dari...

Malaysia

Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia menegaskan prioritas saya sekarang adalah mengatasi biaya hidup. Isu dalam kampanye pemilu (PRU) ke-15 adalah meningkatnya biaya hidup (kos...

Malaysia

Dalam rangka memenuhi janjinya, Anwar Ibrahim tolak mobil dinas mewah Mercedez Benz S600, tidak ambil gaji sebagai Perdana Menteri, turunkan gaji menteri.