Connect with us

Ini Bunyi Pancasila dan Makna 5 Lambangnya - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia

Opini

Semua Presiden Dihina Termasuk SBY Bahkan Anies Yang Bukan Presiden Dihina, Saatnya Mencetak Insan Terdidik, Dengan Pancasila

Perilaku warga yang sering menyebarkan fitnah, caci maki, adu domba dan sebagainya harus dikutuk karena melakukan perbuatan yang dilarang agama, hukum dan sangat bertentangan dengan Pancasila, dasar negara kita.

Acara Nusantara Bersatu di GBK (26/11/2022) yang digagas Relawan Jokowi, mendapat banyak kritikan termasuk dari Sekjen PDIP.

Apalagi mendengar pernyataan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) saat berdialog langsung dengan Presiden, terselip kata siap tempur melawan para musuh.

Percakapan Benny Ramdhani dengan Presiden, yang mengajak bertempur dengan masyarakat yang dianggap anti pemerintah, merupakan perkataan yang tidak patut diucapkan.

Sejatinya sebagai pejabat, saat menyampaikan sambutan dan percakapan dengan presiden hendaknya ucapan yang mempersatukan seluruh bangsa Indonesia bukan bertempur dengan mereka yang dianggap bukan bagian dari pemerintah.

Semua Presiden Dihina Termasuk SBY Bahkan Anies Yang Bukan Presiden

Di era Orde Reformasi, tidak ada Presiden yang tidak mendapatkan penghinaan. Sebagai contoh Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mendapat penghinaan. Begitu juga Presiden Megawati mendapat penghinaan dari publik.

Hinaan yang paling menyakitkan yaitu terhadap Presiden BJ Habibie pada 14 Oktober 1999, saat Sidang istimewa MPR RI. Saya masih ingat sebagian anggota MPR RI tidak berdiri yang menunjukkan sikap tidak hormat kepada Presiden BJ. Habibie.

Pada Sidang Istimewa MPR hari itu, BJ Habibie sebagai Presiden RI ketika memasuki ruang Sidang Istimewa MPR RI yang dipimpin ketuanya Amien Rais, dia dihina.

Pada hal merupakan kelaziman protokoler, apabila seorang presiden memasuki ruangan, seluruh hadirin menyambutnya dengan berdiri. Tetapi sebagian anggota MPR tidak berdiri saat Presiden BJ. Habibie memasuki ruangan sidang di Gedung MPR. Bahkan tiba-tiba bergemuruh dengan suara: Huuuuuuuuuuuuu berkepanjangan!.

Koar itu bergema dari mulut sebagian besar peserta sidang MPR. Ditimpali pula oleh teriakan ejekan dari beberapa gelintir orang. (Nalar Politik, 12 September 2019).

Begitu juga Presiden SBY 10 thn SBY dihina, di bully, dan dicaci maki. Akan tetapi, BJ. Habibie dan SBY tidak pernah memerintahkan polisi supaya yang menghina mereka ditangkap.

“Terus terang selama 10 tahun kata SBY, saya jadi Presiden, ada ratusan perkataan dan tindakan yang menghina, tak menyenangkan, serta mencemarkan nama baik saya, kata SBY melalui akun Twitter resminya, @SBYudhoyono, Minggu, 9 Agustus 2015.

Perlakuan yang diterima SBY bermacam-macam. “Foto Presiden dibakar, kerbau yang pantatnya ditulisi SBY, hingga kata kasar di media dan ruang publik.”

SBY berujar, seandainya dia menggunakan hak untuk mengadukan para penghinanya ke polisi, bisa jadi sudah ratusan orang jadi tersangka. Namun SBY lebih memilih berkonsentrasi pada pekerjaan.

Pelaporan terhadap para penghina, menurut dia, juga akan berdampak buruk bagi kebebasan berpendapat. Jika rakyat sudah tak lagi berani berpendapat, dia khawatir justru akan menjadi bom waktu bagi pemerintah. (Tempo.co.id, Minggu, 9 Agustus 2016 16.04 WIB).

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 sudah langganan di bully, dihina, dicaci maki dan segala macam sebutan yang bisa merah kuping jika membaca dan mendengarnya.

Akan tetapi, BJ. Habibie, SBY dan Anies Baswedan, tidak melaporkan mereka yang menghina kepada polisi.

Oleh karena itu, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia RI harus memahami sejarah di era Orde Reformasi.

Pernyataan Benny yang disampaikan kala mengklarifikasi video percakapannya dengan Presiden di tengah pertemuan relawan yang bertajuk Nusantara Bersatu pada Sabtu, 26 November 2022. Dalam video tersebut, Benny meminta untuk menindak lawan yang menyerang pemerintah dengan menegakkan hukum.

Benar, Presiden kerap dicaci dan dihina dalam lingkup yang bersifat personal. Namun, sudah banyak yang masuk penjara karena melakukan “hate speech.” Harus diakui, para buzzerp yang menyerang pribadi yang dianggap lawan pemerintah, tidak tersentuh hukum.

Stop Fitnah, Caci-maki dan Adu Domba

Perilaku warga yang sering menyebarkan fitnah, caci maki, adu domba dan sebagainya harus dikutuk karena melakukan perbuatan yang dilarang agama, hukum dan sangat bertentangan dengan Pancasila, sadar negara kita.

Akan tetapi, perbuatan fitnah, caci maki, adu domba dan sebagainya tidak terlepas dari dampak pendidikan kita yang gagal mewujudkan karakter moral.

Mereka yang berkarakter moral pasti tidak akan memfitnah, mencaci-maki, menghina, melakukan adu domba dan sebagainya.

Oleh karena itu, pendidikan kita di masa depan harus menanamkan karakter moral yaitu akhlak mulia, watak yang baik, keimanan dan ketakwaan yang prima, serta budi pekerti yang baik.

Kita prihatin dan mengutuk keras perbuatan fitnah, caci-maki, menghina, adu domba dan sebagainya. Akan tetapi, kita harus mencari akar masalah, mengapa masih saja terjadi fitnah, caci-maki, menghina, adu domba dan sebagainya?.

Menurut saya, hal itu terjadi akibat adanya persaingan politik. Sementara mereka yang bersaing dan para pendukungnya belum memiliki karakter moral dan akhlak mulia. Sebab lain, kita belum berhasil membangun budi pekerti yang menghormati orang lain, tidak iri hati, tidak mengumbar kejelekan orang di ruang publik, menyayangi orang lain sebagaimana kita menyayangi diri kita, dan memberi penghormatan kepada orang lain.

Merupakan keniscayaan kita beda asal usul, agama dan partai politik. Akan tetapi jangan mereka yang berbeda dengan penguasa dianggap sebagai musuh politik, musuh pemerintah dan musuh negara.

Selain itu, yang amat perlu kita tanamkan dalam pendidikan ialah membangun karakter kinerja, disiplin, rajin, ulet dan kerja tuntas. Untuk meraih kedudukan tinggi harus menunjukkan kinerja, bukan mencari muka ke atasan dengan berbagai macam cara agar atasan suka kepada yang bersangkutan.

Sangat disayangkan, mentalitas sebagian dari kita masih ada yang cari muka ke atasan dengan tidak menunjukkan kinerja dan rekam jejak yang hebat. Perbuatan dan sikap semacam itu, merupakan perbuatan yang tidak patut dilakukan. Sebaiknya kita bersaing dengan membangun kinerja dan rekam jejak yang hebat.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita belajar dari Korea Selatan, yang dalam 60 tahun bisa meraih kemajuan seperti Eropa. Begitu juga, Jepang yang dalam waktu 120 tahun baru mampu menyamai kemajuan barat. Penyebabnya, karena masyarakat Korea dan Jepang telah memiliki karakter moral yang tinggi dan karakter kinerja. Mereka pekerja ulet, tangguh, rajin dan kerja tuntas. Bukan menjadikan pekerjaan dengan memfitnah, menghina, merendahkan orang, memecah belah bangsa, adu domba dan sebagainya untuk mendapatkan uang.

Maka, orientasi pendidikan kita di masa depan harus difokuskan untuk membentuk karakter moral dan karakter kinerja. Dengan demikian, kita harapkan tidak ada lagi yang melakukan berbagai tindakan, perkataan, dan tulisan yang memfitnah, mencaci maki, menghina, mengadu domba dan sebagainya untuk mendapatkan uang dan jabatan karena perbuatan semacam itu dilarang oleh agama dan hukum.

Semoga tulisan ini memberi pencerahan dan penyadaran kepada seluruh bangsa Indonesia khususnya dunia pendidikan. Kita harus bisa mencetak insan terdidik yang memiliki karakter moral, karakter kinerja dan tentunya sesuai dasar negara kita, Pancasila.

Baca Juga

Pemilu

Menanggapi isu reshuffle kabinet, Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem menegaskan reshuffle atau kocok ulang kabinet merupakan hak sepenuhnya Jokowi. Ia mengatakan tak akan mempermasalahkan kebijakan...

Pemilu

Pasca Partai Demokrat mengumumkan dukungan resmi kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024, partai Demokrat dan para tokohnya sebaiknya semakin aktif meningkatkan elektabilitas...

Pendidikan

Prof Dr. Kasim bin Mansor, Rektor Universiti Malaysia Sabah (UMS) mengemukakan bahwa dia akan mendirikan (menubuhkan) Bajau Chair di Universiti yang dipimpinnya.

Pendidikan

Bambang Soeprapto School For Good Ethics and Leadership (BSS GEL) memprakarsai pendidikan bagi para penegak hukum, dengan fokus memberikan pendidikan karakter moral.

Lainnya

Anies Baswedan, bakal calon Presiden RI bersama Partai Nasdem menggelar Natal Nasional Tahun 2022 di Auditorium Universitas Cenderawasih Kota Jayapura, Papua, Kamis 8 Desember...

Pendidikan

Bambang Soeprapto School for Good Ethics and Leadership dan sarasehan akhir tahun dengan tema Membangun Karakter Moral Penegak Hukum untuk Mewujudkan Indonesia yang Adil...

Lainnya

Anies Baswedan, menyampaikan keluhan yang merasakan pemerintah terkadang matikan kritik. Anies Baswedan berbicara terkait dirinya yang kerap mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Dia lalu menyinggung...

Pendidikan

Hari ini 25 November 2022 adalah Hari Guru Nasional. Setiap kita memperingati Hari Guru Nasional, yang teringat kepada kita adalah pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk...