Connect with us

Kerajaan hari ini telah membawa satu Usul Percaya kepada Perdana Menteri dan berjaya membuktikan keabsahan dukungan majoriti di Dewan Rakyat (19/12/2022) - twitter anwaribrahim

Malaysia

Anwar Ibrahim, PM Malaysia Peroleh Mosi Percaya 148 Anggota Parlemen: Politik Stabil Ekonomi Maju

Besarnya sokongan anggota Parlemen Malaysia kepada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri, dan adanya Undang-Undang yang melarang Ahli Parlimen Malaysia untuk pindah blok seperti dari Pakatan Harapan pindah ke Perikatan Nasional, berdampak positif terciptanya stabilitas politik.

Salah satu ujian pertama yang dihadapi Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia ialah Mosi Percaya (Motion of Confidence) atau undi percaya yang dilakukan oleh parlemen Malaysia.

Sebagaimana diketahui, Anwar Ibrahim dilantik oleh Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah pada 24 November 2022.

Akan tetapi pelantikan Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia dipertanyakan keabsahannya oleh Muhyiddin Yassin, mantan Perdana Menteri Malaysia dari kelompok oposisi (pembangkang) karena menganggap tidak didukung oleh mayoritas anggota parlemen Malaysia yang berjumlah 222 orang.

Untuk mendapatkan keabsahan dari rakyat Malaysia melalui parlemen, Anwar Ibrahim meminta restu kepada raja Malaysia Al-Sultan Abdullah untuk dilakukan Mosi Percaya (Undi Percaya) di parlemen.

Berdasarkan sokongan mengikut partai, jumlah Anggota (Ahli) Parlemen yang menyokong kerajaan perpaduan yang dipimpin Anwar Ibrahim sebanyak 148 orang.

Adapun jumlah sokongan yang diraih Anwar Ibrahim yaitu dari Pakatan Harapan (PH) 82, Barisan Nasional (BN) 30, Gabungan Parti Sarawak (GPS) 23, Gabungan Rakyat Sabah (GRS) 6, Warisan 3, KDM 2, PBM 1, dan 1 kursi bebas (independen). Jumlah seluruhnya sebanyak 148.

Kisruh Politik Pasca Pemilu (PRU)

Rakyat Malaysia telah merasakan pahitnya tidak ada stabilitas politik pasca pemilu (PRU) ke-14. Pada pemilu (PRU) ke-14, Pakatan Harapan berhasil memenangi pemilu (PRU) ke-14 dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Baru sekitar 2 tahun Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri, terjadi gonjang ganjing politik. Mahathir Mohamad sesuai perjanjiannya dengan Anwar Ibrahim, setelah memerintah 2,5 tahun akan menyerahkan kursi Perdana Menteri kepada Anwar Ibrahim.

Namun, Datuk Seri Muhyiddin Yassin dan Datuk Azmin Ali nampak tidak setuju kalau Anwar Ibrahim menjadi Perdana Menteri. Pribumi Bersatu Malaysia atau disebut Parti Bersatu keluar dari koalisi Pakatan Harapan. Begitu pula beberapa anggota parlemen dari Parti Keadilan Rakyat (PKR) keluar dari koalisi Pakatan Harapan, sehingga kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad jatuh karena kehilangan dukungan di parlemen Malaysia.

Parti Bersatu yang juga partainya Mahathir Mohamad sepenuhnya dikuasai Datuk Seri Muhyiddin Yassin dan Mahathir Mohamad disingkirkan dari Parti Bersatu. Kemudian Muhyiddin Yassin menggalang dukungan dari PAS (Parti Islam se-Malaysia) dan beberapa Anggota Parlemen dari Barisan Nasional (BN) untuk membentuk pemerintahan (kerajaan) baru.

Usaha membentuk pemerintahan (kerajaan) baru sukses, tetapi tidak dapat bertahan lama karena dukungan atau sokongan dari parlemen Malaysia tidak besar hanya simple majority. Pemerintahan Muhyiddin Yassin jatuh, dan digantikan oleh Ismail Shabri dari Barisan Nasional (BN). Akan tetapi, Ismail Shabri yang dilantik menjadi Perdana Menteri, juga tidak dapat bertahan lama.
Dampaknya, atas persetujuan Raja Malaysia, satu tahun sebelum berakhir masa pemerintahan Ismail Shabri, diumumkan pemilu (PRU) ke-15.

Hasil pemilu (PRU) ke-15, dimenangkan oleh Pakatan Harapan. Akan tetapi hanya meraih kemenangan 82 kursi di Dewan Rakyat (Parlemen). Akibatnya tidak dapat membentuk pemerintahan (kerajaan) sendiri. Pakatan Harapan (PH) harus berkoalisi dengan Barisan Nasional (BN) yang dipimpin Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi atau Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin Datuk Seri Muhyiddin Yassin.

Raja Turun Tangan

Pasca pemilu (PRU) ke-15 menghasilkan parlemen bergantung. Oleh karena tidak ada partai politik yang menang dengan single majority, maka tidak ada yang dapat membentuk kerajaan (pemerintahan). Dampaknya parlemen tidak dapat bersidang.

Raja Al-Sultan Abdullah turun tangan mengatasi kemelut politik setelah memberi waktu kepada Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin mencari sokongan untuk membentuk kerajaan (pemerintahan) gagal melakukannya.

Al-Sultan Abdullah mengundang Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin ke istana. Raja meminta kepada Muhyiddin Yassin untuk bersama Anwar Ibrahim membentuk kerajaan (pemerintahan). Akan tetapi, Muhyiddin Yassin menolak.

Kemudian Dr Ahmad Zahid Hamidi, Presiden UMNO dan Barisan Nasional (BN) diundang Raja Al-Sultan Abdullah ke istana. Untuk menyelamatkan rakyat dan negara, Raja meminta kepada UMNO dan BN untuk menyertai Anwar Ibrahim membentuk kerajaan. Begitu juga pimpinan Parti Politik di Sabah dan Sarawak diundang ke istana. Raja meminta kepada mereka untuk bersama Pakatan Harapan membentuk kerajaan (pemerintahan).

UMNO, Barisan Nasional dan parti-parti politik di Sabah dan Sarawak menyokong titah Raja Al-Sultan Abdullah untuk bersama Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim untuk membentuk kerajaan (pemerintahan) persekutuan.

Politik Stabil Ekonomi Maju

Besarnya sokongan anggota (ahli) Parlemen Malaysia kepada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri, dan adanya Undang-Undang yang melarang Ahli (Anggota) Parlimen Malaysia untuk pindah blok seperti dari Pakatan Harapan (PH) pindah ke Perikatan Nasional (PN), berdampak positif terciptanya stabilitas politik.

Jika stabilitas politik terbangun, maka ekonomi akan bertumbuh dengan baik. Setidaknya ada tiga alasannya.

Pertama, pelabur (investor) asing akan ramai melakukan investasi (pelaburan) karena ada stabilitas politik yang terjamin.

Kedua, investasi (pelaburan) dalam negeri juga akan bertumbuh karena rakyat tidak lagi takut akan terjadi pergantian kerajaan (pemerintahan) yang mengakibatkan terjadi ketidakstabilan sosial dan politik.

Ketiga, kerajaan (pemerintah) bisa merancang pembangunan dan bekerja keras mewujudkannya karena dikontrol atau diawasi oleh oposisi (pembangkang) yang kuat dan besar.

Dengan demikian, kerajaan yang di pimpin Anwar Ibrahim, dibantu dua wakil perdana menteri serta para menteri dan wakil menteri, diyakini akan membawa kemajuan ekonomi dan kesejahteraan seluruh rakyat Malaysia.

Kemajuan Malaysia dalam bidang ekonomi dan dalam berbagai bidang sangat diharapkan karena akan menghadirkan citra positif Malaysia di dunia internasional khususnya di dunia Islam.

Baca Juga

Pemilu

DKI Jakarta sebagai ibukota negara dan ibukota pemerintahan, merupakan pusat kemajuan dan pusat pemberitaan media. Kalau seorang gubernur yang cerdas memiliki visi dan misi...

Pemilu

Nasihat saya kepada para aktivis yang bergabung di partai politik dan ingin bertanding dalam pemilu 2024, jangan ragu, khawatir apalagi takut untuk bertanding karena...

Pendidikan

Prof Dr. Kasim bin Mansor, Rektor Universiti Malaysia Sabah (UMS) mengemukakan bahwa dia akan mendirikan (menubuhkan) Bajau Chair di Universiti yang dipimpinnya.

Opini

Di sela-sela safari politik Anies Baswedan yang difasilitasi Partai Nasdem, Anies mengucapkan Gong Xi Fa Cai kepada seluruh masyarakat Tionghoa yang tengah merayakan Tahun...

Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Kamis, 19 Januari 2023, di Putra Jaya, Malaysia menyampaikan pidato yang bertema Membangun Malaysia Madani.

Pemilu

Nama Anies semakin populer di dalam negeri dan luar negeri. Semakin dikenal luasnya Anies Baswedan di masyarakat di dalam dan luar  negeri,  tidak terlepas dari  prestasi...

Malaysia

Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kewangan (Keuangan), menghadapi cabaran (tantangan) yang berat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan.

Malaysia

Kita berharap lawatan PM Anwar Ibrahim di Indonesia yang berlangsung 8-9 Januari 2023 memberi manfaat yang besar, semakin mempererat dan memperkukuh hubungan Indonesia Malaysia di...