Connect with us

Jakarta 2022 - unsplash Seanwever

Lainnya

Kaleidoskop 2022: Penyebab Krisis Energi dan Pangan Segera Diakhiri Melalui Perundingan Damai

Menghadapi tahun 2023 yang tidak mudah, dengan berbagai macam krisis, rakyat Indonesia harus bersatu, terus meningkatkan sumber daya manusia serta membangun karakter moral dan karakter kinerja agar Indonesia maju di masa depan seperti bangsa-bangsa lain di dunia.

Kemarin siang (29/12), teman saya Dr. Baharuddin mengajak saya ngobrol sambil makan siang di sebuah restoran di salah satu tempat di kawasan Selatan Jakarta.

Pertanyaan pertama setelah bertemu, bagaimana libur akhir tahun 2022 di US (United States) Amerika Serikat. Dia jawab di UK (United of Kingdom) Inggris.

Dr. Baharuddin dan isterinya belum lama pulang dari melancong di Inggris. Sudah rutin setiap tahun, banyak keluarga di jakarta, suami – isteri libur di berbagai daerah di indonesia dan luar negri.

Sebagai sosiolog dan penulis, saya tanya bagaimana kondisi masyarakat di Inggris?. Dia menjawab, kondisi mereka berat. Barang-barang mahal harganya, banyak tokoh tutup karena daya beli rakyat merosot akibat krisis ekonomi yang melanda negara itu. Kata dia, rakyat Inggris senang kepada wisatawan, karena mereka bisa berbelanja dan menginap di hotel.

Krisis Politik di Inggris

Inggris merupakan salah satu negara di Eropa yang sangat maju dan kuat ekonominya. Akan tetapi, saat ini sedang mengalami krisis ekonomi yang parah akibat meningkatnya harga energi dan pangan serta dampak dari pandemi Covid-19.

Dampak dari krisis ekonomi yang dialami Inggris, negara itu mengalami krisis politik.

Dalam waktu singkat telah terjadi tiga kali pergantian Perdana Menteri Inggris. Pertama, Boris Johnson. Kedua, Liz Truss, Ketiga, Rishi Sunak, yang belum lama terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris.

Rishi Sunak adalah Perdana Menteri Inggris pertama yang bukan berasal dari kulit putih. Sunak merupakan keturunan India yang orang tuanya hijrah ke Inggris lalu membangun imperium bisnis. Keluarga Sunak merupakan konglomerat terkemuka di Inggris.

Inggris diterpa krisis politik akibat memburuknya ekonomi negara tersebut. Hal itu terjadi, akibat meningkatnya harga energi dan pangan yang disebabkan perang antara Rusia dengan Ukraina dan juga dampak dari pandemi Covid-19.

Sunak sebagai Perdana Menteri Inggris harus bekerja keras untuk memperbaiki perekonomian Inggris yang berada di ambang resesi.

Jerman Terancam Resesi

Sebagaimana halnya Inggris, Jerman sebagai negara di Eropa yang sangat maju dan kuat ekonomi, juga terancam mengalami resesi.

Setidaknya ada dua penyebab Jerman dan juga Inggris mengalami krisis ekonomi dan terancam resesi. Pertama, hantaman pandemi Covid-19 yang memakan banyak korban jiwa dan memberi dampak negatif sektor finansial Jerman.

Kedua, dampak perang Rusia dengan Ukraina yang mengakibatkan melambungnya harga energi dan pangan.

Dalam laporan terbaru Outlook Ekonomi Dunia (WEO), Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, sejumlah ekonomi utama Eropa terancam jatuh ke dalam “resesi teknis” tahun depan, termasuk Jerman dan Italia.

Kementerian ekonomi Jerman memprediksi, Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman tahun ini (2022) masih akan tumbuh sekitar 1,4%. Tahun depan (2023) diperkirakan menyusut pada kisaran 0,4%.

Merosotnya pertumbuhah ekonomi Jerman, dan terjadinya kesulitan rakyat Jerman adalah sama seperti yang dialami Inggris dan hampir semua negara di dunia, akibat pandemi Covid-19 serta krisis energi dan pangan akibat perang antara Rusia dengan Ukraina.

Amerika Serikat Bagaimana?

Bank of America (BofA) memperkirakan Amerika Serikat akan mengalami resesi di kuartal I-2023.

Kabar buruk tersebut bakal terjadi di Amerika Serikat sebagai dampak dari pengetatan moneter yang akan menunjukkan dampaknya ke ekonomi,” kata ekonom Bank of America, Savita Subramanian, sebagaimana dilansir Business Insider, Rabu (30/11/2022).

Akan tetapi, ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal lll tahun ini (2022) masih mengalami pertumbuhan sebesar 2,6 persen. Pemacu pertumbuhan ekonomi negara adidaya itu adalah sektor konsumsi rakyat Amerika Serikat yang cukup kuat. 

Ekonomi China

Pertumbuhan ekonomi China di kuartal lll-2022 sekitar 3,9% yang tergambar dalam produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III-2022 tumbuh 3,9% secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui ekspektasi para ekonom sebesar 3,4%.

Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik Nasional China pada Senin (24/10/2022) yang dikutip CNBC International, pertumbuhan PDB pada kuartal III-2022 itu jauh melampaui raihan pada kuartal sebelumnya sebesar 0,4% yoy.

Namun, masih di bawah kuartal I-2022 sebesar 4,8% yoy. Selain itu, pertumbuhan tersebut masih di bawah target resmi pemerintah sebesar 5,5%.

Masalah terbesar yang di alami China adalah pandemi Covid-19. Tidak saja Covid-19 bermula di China, tetapi akhir 2022, China kembali mengalami tsunami Covid-19. Selain itu, energi dan pangan mengalami kenaikan harga yang tinggi, tetapi China dan India beruntung karena Rusia sebagai produsen minyak dan gas memberi diskon khusus kepada China dan India dan negara lain yang tidak memusuhi Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Indonesia Bagaimana?

Sebagaimana Inggris, Jerman, Amerika Serikat dan berbagai negara yang mengalami krisis ekonomi dan berada diambang resesi, tidak terlepas dari tiga faktor. Pertama, dampak dari pandemi Covid-19.

Kedua, krisis energi, dan ketiga, krisis pangan. Krisis energi dan pangan yang melanda hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia, merupakan tantangan berat yang dihadapi.

Harga komoditas energi dan pangan yang melonjak telah memicu inflasi tinggi hingga ke level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Indonesia patut bersyukur karena tidak sampai mengalami krisis energi dan pangan seperti yang dialami Inggris, Jerman, Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa, tetapi dampaknya dialami seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan harganya oleh pemerintah. Begitu pula harga pangan mengalami kenaikan.

Selain itu, Indonesia tahun 2022 banyak mengalami musibah seperti tragedi 1 Oktober 2022, kerusuhan pasca pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang yang menimbulkan korban sebanyak 712 orang, dengan rincian 132 orang meninggal dunia, 96 orang luka berat, dan 484 orang luka ringan/sedang.

Selain itu, sebanyak 600 orang meninggal dunia akibat bencana gempa bumi Cianjur dengan 5,6 Magnitudo. Banyak yang mengalami luka-luka, sangat besar kerugian harta benda dan banyak yang hidup dipengungsian.

Dua peristiwa yang banyak merenggut nyawa manusia, tidak dinyatakan sebagai bencana nasional, sehingga pemerintah dapat dikatakan lepas tanggung jawab untuk memberi kompensasi kepada para keluarga korban yang meninggal dunia dan mereka yang mengalami luka-luka akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang dan korban gempa bumi di Cianjur.

Untuk mengakhiri penderitaan rakyat di berbagai negara akibat perang antara Rusia dengan Ukraina, yang mengakibatkan kelangkaan energi dan pangan, diharapkan Indonesia bisa meminta Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendesak dan “memaksa” kedua negara yang berperang dan Amerika Serikat serta negara-negara yang memberi dukungan kepada Ukraina untuk mengakhiri perang melalui perundingan damai, karena perang tersebut telah menimbulkan penderitaan rakyat di negara-negara Eropa dan berbagai negara di dunia.

Menghadapi tahun 2023 yang tidak mudah, dengan berbagai macam krisis, rakyat Indonesia harus bersatu, terus meningkatkan sumber daya manusia serta membangun karakter moral dan karakter kinerja agar Indonesia maju di masa depan seperti bangsa-bangsa lain di dunia.

Terakhir, diharapkan semua tepat optimis dalam memasuki tahun 2023. Bangsa Indonesia yang sudah memasuki tahun politik agar pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia menyukseskan pesta demokrasi 2024, menjaga suasana damai dalam kampanye, dan semua berpartisipasi secara aktif mewujudkan pemilu yang langsung umum bebas rahasia, jujur dan adil serta terus memelihara persatuan dan kesatuan.

Baca Juga

Malaysia

Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kewangan (Keuangan), menghadapi cabaran (tantangan) yang berat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan.

Dunia Usaha

Menghadapi resesi ekonomi dunia, yang berpotensi menerjang Indonesia di tahun baru 2023, ada 15 kiat atau langkah yang dapat diambil dan diamalkan.

Opini

Hadir dalam KTT G20 di Bali, para pemimpin negara-negara maju antara lain Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden China Xi Jinping, Putra Mahkota Mohammed...

Dunia Usaha

Kondisi rakyat Inggris sangat memprihatikan. Gegara pemerintahnya mendukung Ukraina, rakyat Inggris menderita akibat melambungnya harga energi dan pangan. Inilah salah satu penyebab krisis kepemimpinan...

Opini

Besarnya utang Indonesia berikut beban untuk membayar bunga utang dan cicilan utang pokok serta tingginya jumlah orang miskin, sangat mudah terjadi goncangan ekonomi dan gejolak...

Opini

Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

Opini

Keputusan harga Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi naik, pasti memberi dampak sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Covid-19

Para pemimpin di berbagai negara lengser dari kekuasaan disebabkan banyak faktor, tetapi faktor utama adalah ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan dampak negatif dari Konflik...