Connect with us

Sedia payung sebelum hujan, foto di Kebun Raya Bogor (5/7/2022) - unsplash rafalatantya

Dunia Usaha

Tahun Baru, Semangat Baru, Optimisme Baru: 15 Kiat Hadapi Resesi Ekonomi 2023

Menghadapi resesi ekonomi dunia, yang berpotensi menerjang Indonesia di tahun baru 2023, ada 15 kiat atau langkah yang dapat diambil dan diamalkan.

Fenomena yang terjadi di berbagai negara di dunia, yang disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19, dan melambungnya harga energi serta pangan akibat perang antara Rusia dengan Ukraina, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa tahun 2023, berbagai negara akan mengalami resesi.

Resesi adalah kemerosotan ekonomi, tidak hanya disebabkan oleh aktivitas ekonomi itu sendiri, tetapi juga perkembangan teknologi turut menjadi faktor adanya resesi. Hal ini bisa terjadi karena adanya penurunan lapangan pekerjaan yang banyak digantikan oleh teknologi terkemuka seperti Artificial Intelligence (AI) dan robot.

Melihat fenomena ekonomi yang terjadi di Inggris, Jerman, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya tahun 2022, para ahli memprediksi tahun 2023, akan terjadi resesi ekonomi di negara-negara tersebut.

China sebagai contoh, yang merupakan kekuatan ekonomi dunia terbesar kedua setelah Amerika Serikat, tahun ini mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi, yang sebelum pandemi Covid-19 sangat tinggi pertumbuhan ekonominya.

Diperkirakan di tahun baru 2023, ekonomi China akan mengalami kemerosotan dari tahun 2022. Kalau negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya mengalami krisis ekonomi tahun 2022, maka bisa berlanjut kepada resesi ekonomi tahun 2023.

Menghadapi resesi ekonomi dunia, yang berpotensi menerjang Indonesia di tahun baru 2023, ada 15 kiat atau langkah yang dapat diambil dan diamalkan:

1) Bangun karakter moral dengan perkuat iman dan takwa, disiplin, kerja keras, tekun, sabar dan optimis.

2) Siapkan diri dengan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja yang semakin ketat. Ini bisa dilakukan dengan terus belajar dan meningkatkan kemampuan dan kualitas sesuai dengan kebutuhan pasar.

3) Cari peluang bisnis yang masih menjanjikan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat selama resesi. Ini bisa dilakukan dengan mempelajari tren pasar dan mencari peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

4) Kurangi pengeluaran yang tidak perlu dan kelola keuangan dengan baik. Ini bisa dilakukan dengan membuat anggaran bulanan, mencari cara untuk menghemat uang, dan mengelola keuangan dengan baik.

5) Cari sumber pendapatan alternatif. Ini bisa dilakukan dengan mencari pekerjaan paruh waktu atau menjalankan bisnis sampingan untuk menambah penghasilan.

6) Cari dukungan dari keluarga dan teman untuk membantu mengatasi tekanan finansial yang mungkin dihadapi selama resesi.

7) Pertahankan kondisi fisik dan mental yang sehat dengan teratur berolahraga, makan makanan sehat, dan mencari cara untuk mengurangi stres.

8) Jaga komunikasi dan kerja sama yang baik dengan rekan kerja dan atasan untuk membantu mempertahankan pekerjaan yang saat ini dimiliki.

9) Cari informasi dan bantuan yang tersedia dari pemerintah dan organisasi yang menyediakan bantuan keuangan dan karier selama resesi.

10) Cari cara untuk memperluas jangkauan pasar bisnis yang saat ini dimiliki, misalnya dengan mengeksplorasi pasar baru atau mencari cara untuk meningkatkan pemasaran produk atau jasa.

11) Cari cara untuk mengurangi biaya operasi bisnis, misalnya mencari supplier yang lebih hemat biaya atau mengevaluasi kebutuhan akan sumber daya manusia dan menyesuaikannya dengan situasi ekonomi.

12) Cari cara untuk memperluas sumber pendapatan, misalnya menjual produk atau jasa tambahan atau mencari peluang untuk bekerja sama dengan perusahaan lain.

13) Ikuti program pelatihan atau kursus untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas pengetahuan, terutama di bidang yang sedang mengalami pertumbuhan.

14) Cari cara untuk menjaga agar bisnis tetap menjadi daya tarik bagi pelanggan, misalnya meningkatkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan atau menawarkan program loyalitas kepada pelanggan setia.

15) Jaga hubungan yang baik dengan bank dan institusi keuangan lainnya, terutama jika membutuhkan dukungan finansial untuk mengatasi masalah keuangan yang mungkin terjadi selama resesi.

Penting untuk diingat bahwa resesi ekonomi merupakan tantangan yang sulit bagi semua orang. Akan tetapi, mereka yang beriman, harus selalu diingat dan dihayati bahwa di dalam kesulitan, ada kemudahan dan bahkan jalan keluar.

Oleh karena itu, karakter moral harus ditumbuhkan ke dalam diri setiap orang. Perlu kerja keras, disiplin, optimis, sabar, serta komitmen dan doa untuk menemukan solusi dan cara untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Akhir kata saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2023, semoga pembaca setia sehat selalu dan selalu barada dibawah perlindungan Allah SWT.

Baca Juga

Malaysia

Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kewangan (Keuangan), menghadapi cabaran (tantangan) yang berat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan.

Lainnya

Menghadapi tahun 2023 yang tidak mudah, dengan berbagai macam krisis, rakyat Indonesia harus bersatu, terus meningkatkan sumber daya manusia serta membangun karakter moral dan...

Opini

Hadir dalam KTT G20 di Bali, para pemimpin negara-negara maju antara lain Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden China Xi Jinping, Putra Mahkota Mohammed...

Dunia Usaha

Kondisi rakyat Inggris sangat memprihatikan. Gegara pemerintahnya mendukung Ukraina, rakyat Inggris menderita akibat melambungnya harga energi dan pangan. Inilah salah satu penyebab krisis kepemimpinan...

Opini

Besarnya utang Indonesia berikut beban untuk membayar bunga utang dan cicilan utang pokok serta tingginya jumlah orang miskin, sangat mudah terjadi goncangan ekonomi dan gejolak...

Opini

Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia apapun upaya yang dilakukan untuk mengkriminalisasi Anies Baswedan dengan menjadikannya sebagai tersangka korupsi tidak akan dipercaya publik.

Opini

Keputusan harga Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi naik, pasti memberi dampak sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Covid-19

Para pemimpin di berbagai negara lengser dari kekuasaan disebabkan banyak faktor, tetapi faktor utama adalah ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan dampak negatif dari Konflik...