Connect with us

PM Malaysia Anwar Ibrahim disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Indonesia Basuki Hadimuljono dan Menteri Luar Negeri Dr. Zambry Abd Kadir (8/1/2023) - twitter bernamadotcom

Malaysia

PM Malaysia Anwar Ibrahim Melawat ke Indonesia: Diidolakan dan Didoakan Jadi PM lebih Hebat Dari Tun Mahathir Mohamad

Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini, Ahad 8 Januari 2023 melakukan lawatan resmi dua hari di Indonesia.

Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim hari ini, Ahad 8 Januari 2023 melakukan lawatan resmi dua hari di Indonesia. PM Malaysia ke-10 dijadwalkan akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo, pada Senin, 9 Januari 2023 di Istana Bogor.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Dr Zambry Abd Kadir mengatakan dalam konferensi pers di Sepang Malaysia (7/1) bahwa lawatan Perdana Menteri itu adalah atas undangan Presiden Jokowi dan merupakan lawatan resmi pertama Datuk Anwar Ibrahim sejak menyandang Perdana Menteri Malaysia 24 November 2022.

Menlu Zambry menambahkan, lawatan Perdana Menteri itu akan diiringi oleh Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri (MITI), Tengku Datuk Seri Zqafrul Tengku Abdul Aziz.

Buka Peluang Kolaborasi

Menteri Luar Negeri Malaysia dalam konferensi pers di Sepang, Malaysia mengemukakan bahwa “Tujuan utama lawatan ini adalah untuk meningkatkan (mempertingkatkan) hubungan dan kerjasama antara Malaysia dan Indonesia.

“Musyawarah (mesyuarat) di antara kedua pemimpin ini menurut Menlu Malaysia, akan memberi peluang kepada kedua-dua pihak untuk menilai kemajuan kerjasama dua arah (hala), membuka (meneroka) peluang kerjasama baharu dan menggalakkan usaha bersama untuk menangani cabaran (tantangan) serantau dan global,” katanya.

Menurutnya, isu utama yang akan dibincangkan adalah kerjasama ekonomi termasuk potensi investasi (pelaburan) Malaysia di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan strategi bagi menangani diskriminasi minyak sawit oleh Kesatuan Eropah (EU).

Selain itu, isu lain adalah tentang pembatasan perbatasan (sempadan) darat dan maritim, pengambilan dan perlindungan pekerja migran dari Indonesia serta kepengerusian Persatuan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) oleh Indonesia pada tahun ini.

MOU Kerjasama Indonesia

Di sela-sela lawatan ini, akan dilakukan penanda-tanganan 8 memorandum persefahaman (MoU) antara sektor swasta Malaysia dan Indonesia.

“Sebuah majlis (dewan) akan melakukan penyerahan 11 pucuk Surat Minat (LoI) oleh perusahaan-perusahaan (syarikat- syarikat) Malaysia kepada Ketua (Pengerusi) Nusantara juga akan dilakukan sebagai pernyataan hasrat Malaysia untuk bekerjasama secara erat (rapat) dengan Indonesia untuk pembangunan IKN Nusantara,” ujarnya.

Kata Menlu Malaysia, melihat pembangunan IKN Nusantara tentunya akan memberi peluang kepada Malaysia terutama Sabah dan Sarawak untuk mendapat manfaat pembangunan di Kalimantan.

Topik yang bakal dibahas antara lain kerja sama ekonomi seperti potensi investasi di IKN, strategi mengatasi diskriminasi sawit oleh Uni Eropa, masalah demarkasi lahan dan delimitasi maritim,” kata Zambry.

Pada pertemuan nanti keduanya juga akan membahas soal ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja migran Indonesia, serta isu-isu ASEAN, karena Indonesia saat ini telah resmi menjadi Ketua ASEAN 2023.

Hubungan Indonesia dan Malaysia pernah memanas dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi terpilihnya Anwar Ibrahim menjadi PM pada 24 November 2022, hubungan Malaysia-Indonesia semakin dekat. Ini tidak terlepas hubungan pribadi Anwar Ibrahim dengan para tokoh HMI di masa lalu.

Punya Kepentingan Abadi

Dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi, yang abadi hanya kepentingan.

Malaysia dan Indonesia mempunyai kepentingan abadi, diantaranya:
Pertama, sesama negara jiran, yang mayoritas penduduknya Melayu dan Muslim. Masalah ini harus dijaga, dipelihara, dirawat dan dikembangkan melalui kerjasama yang seerat-eratnya dan sekuat-kuatnya.

Kedua, Malaysia dan Indonesia bertetangga. Sebaiknya belajar dari sejarah konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1962-1966. Ini sejarah kelam yang tidak boleh terulang. Oleh karena itu, kita apresiasi dan sambut gembira dan hangat atas lawatan pertama PM Anwar Ibrahim ke Indonesia. Ini menunjukkan Anwar Ibrahim sangat memahami dan menghayati pentingnya posisi Indonesia sebagai negara tetangga, negara besar dengan penduduk terbesar keempat di dunia. 

Ketiga, pelajaran dari dua negara bertetangga yaitu Rusia dengan Ukraina. Bahkan pernah menjadi satu negara yang disebut USSR. Sekarang dua negara itu berperang karena tidak lagi memiliki kepentingan yang sama.

Malaysia dan Indonesia harus punya tujuan yang sama yaitu maju bersama melalui kerjasama (kolaborasi) yang saling memberi keuntungan kepada kedua negara.

Malaysia dan Indonesia harus terus memelihara, menjaga, merawat dan mempertahankan hubungan baik melalui hubungan P-to-P, G-to-G, P-to- G atau G-to-P dalam bidang ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, sosial dan sebagainya.

Rakyat Indonesia Idolakan Anwar

Mayoritas rakyat Indonesia mendukung Anwar Ibrahim. Mengapa rakyat mendukung dan mengidolakan Anwar Ibrahim. Setidaknya ada lima alasannya.

Pertama, Anwar Ibrahim sejak muda sudah menjalin silaturahim dengan para tokoh bangsa Indonesia dan para aktivis HMI seperti M. Natsir, Hamka, Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Nurcholish Madjid, Fahmi Idris, Sugeng Sarjadi, Ahmad Ganis, Eky Syachrudin dan lain-lain, sehingga Anwar Ibrahim dikenal luas oleh bangsa Indonesia.

Kedua, Anwar Ibrahim dipenjara dengan tuduhan rasuah dan sodomi, mayoritas rakyat Indonesia tidak percaya dia melakukannya. Di masa Orde Baru di Indonesia banyak tokoh dan aktivis dipenjara dengan tuduhan macam-macam karena dianggap berbahaya bagi rezim yang berkuasa.

Ketiga, sangat ramai pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, sehingga faham politik di Malaysia. Hanya tidak berani bicara politik, lantaran takut di deportasi.

Keempat, kesamaan bahasa menyebabkan banyak rakyat Indonesia suka mengikuti berita dari Malaysia. Apalagi banyak pekerja yang bekerja di Malaysia.

Kelima, Anwar Ibrahim dalam kampanye pemilu (PRU) ke-15, menggunakan media sosial seperti Twitter. Begitu juga pasca pemilu dan sesudah dipilih menjadi PM Malaysia oleh Raja Malaysia Yang Dipertuang Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah. Begitu pula Timbalan Perdana Menteri dan seluruh menteri menggunakan Twitter untuk menginformasikan seluruh ucapan dan kegiatan yang dilakukan.

Oleh karena itu, Anwar Ibrahim sangat dikagumi dan diidolakan bahkan didoakan supaya menjadi PM Malaysia yang lebih hebat daripada Tun Mahathir Mohamad dimasa kejayaannya.

Baca Juga

Pemilu

DKI Jakarta sebagai ibukota negara dan ibukota pemerintahan, merupakan pusat kemajuan dan pusat pemberitaan media. Kalau seorang gubernur yang cerdas memiliki visi dan misi...

Pemilu

Nasihat saya kepada para aktivis yang bergabung di partai politik dan ingin bertanding dalam pemilu 2024, jangan ragu, khawatir apalagi takut untuk bertanding karena...

Pendidikan

Prof Dr. Kasim bin Mansor, Rektor Universiti Malaysia Sabah (UMS) mengemukakan bahwa dia akan mendirikan (menubuhkan) Bajau Chair di Universiti yang dipimpinnya.

Opini

Di sela-sela safari politik Anies Baswedan yang difasilitasi Partai Nasdem, Anies mengucapkan Gong Xi Fa Cai kepada seluruh masyarakat Tionghoa yang tengah merayakan Tahun...

Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim pada Kamis, 19 Januari 2023, di Putra Jaya, Malaysia menyampaikan pidato yang bertema Membangun Malaysia Madani.

Pemilu

Nama Anies semakin populer di dalam negeri dan luar negeri. Semakin dikenal luasnya Anies Baswedan di masyarakat di dalam dan luar  negeri,  tidak terlepas dari  prestasi...

Malaysia

Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri dan Menteri Kewangan (Keuangan), menghadapi cabaran (tantangan) yang berat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan.

Malaysia

Kita berharap lawatan PM Anwar Ibrahim di Indonesia yang berlangsung 8-9 Januari 2023 memberi manfaat yang besar, semakin mempererat dan memperkukuh hubungan Indonesia Malaysia di...