Connect with us

Forum Kampus Kuning di Gelora Bung Karno Jakarta (19/1/2023) - twitter musniumar

Lainnya

45 Tahun Kampus Kuning Perjuangan Mahasiswa 77/78 Bak Sia-Sia, KKN Semakin Merajalelanya: Kuncinya Terletak di Pemimpin

Dari diskusi dalam rangka 45 tahun Kampus Kuning sebagai penanda dipenjarakannya pimpinan dewan mahasiswa-senat mahasiswa 77/78, di kemukakan bahwa untuk menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, kuncinya terletak kepada pemimpin di pusat (Presiden) dan pemimpin di daerah (Kepala Daerah) di seluruh Indonesia.

Tidak terasa perjalanan waktu telah berlalu 45 tahun dari Gerakan Mahasiswa yang dimotori Dewan Mahasiswa/Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta.

Para pimpinan dewan mahasiswa – senat mahasiswa PTN dan PTS, tokoh masyarakat, tokoh kampus, dan ormas pemuda seluruhnya dipenjara.

Di Jakarta, pada mulanya pimpinan DM-SM dipenjara di Kodam V Jaya, kemudian dipindahkan di asrama TNI AD Tajimalela Bekasi yang dindingnya dicat kuning kemudian disebut Kampus Kuning.

Masa awal dipenjara oleh rezim Orde Baru telah berlalu 45 tahun. Masa itu merupakan kenangan pahit sebagai aktivis sekaligus kenangan indah yang diselimuti kebanggaan sebab perjuangan saat itu akhirnya berujung dengan lengsernya Soeharto sebagai Presiden RI 21 Mei 1998.

Akan tetapi, setelah Presiden Soeharto berhenti yang menandai berakhirnya rezim Orde Baru dan lahir rezim Orde Reformasi, rezim Orde Reformasi yang sudah silih berganti penguasanya, keadaan Indonesia semakin jauh dari yang pernah diperjuangkan para mahasiswa yang dimotori dewan mahasiswa-senat mahasiswa 77/78.

Amat disayangkan perjuangan mahasiswa/mahasiswi Indonesia yang dimotori Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa dari PTN dan PTS yang menuntut diakhirinya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), seolah tidak berbekas.

Gagasan Founding Fathers di Tinggalkan

Dipo Alam, hadir dalam syukuran memperingati 45 tahun Kampus Kuning. Dia berbicara tentang dinamika politik di dalam kekuasaan di era Presiden SBY dan Presiden Jokowi.

Soekotjo Soeparto, Ketua Umum Forum Kampus Kuning (FKK) mengingatkan konsep perjuangan FKK yaitu konseptual, tidak partisan dan anti kekerasan. Dia juga mengingatkan “sudah banyak aktivis Kampus Kuning 77/78 yang mendahului kita.” Kita patut bersyukur masih diberi umur yang panjang, kesehatan yang prima serta kebahagiaan.

Sementara Jimly Siahaan mengungkapkan kondisi sekarang yang sangat menonjol adalah pragmatisme dan mengabaikan idealisme. Dia memuji Presiden SBY yang mengkombinasikan kabinetnya dari kalangan idealisme yang berlatar belakang kampus dengan kalangan pragmatisme dari dunia usaha. Dia berharap ke depan, siapapun Presiden yang dipilih 2024 supaya menciptakan keseimbangan antara kelompok idealisme dengan kelompok pragmatisme.

Musni Umar yang diminta memberi respon terhadap keadaan bangsa dan negara menegaskan bahwa yang dialami bangsa dan negara merupakan akibat dari kegagalan pendidikan kita. Pendidikan kita lebih memfokuskan kepada kecerdasan intelektual dengan parameter nilai indeks prestasi setiap anak didik.

Sejatinya menurut sosiolog ini, pendidikan lebih memfokuskan pada pembangunan karakter moral seperti disiplin, taat hukum, jujur, amanah, tidak mengambil harta atau barang yang bukan miliknya (tidak korupsi) dan sebagainya.

Selain itu, pendidikan kita tidak menanamkan karakter kinerja. Jabatan apapun yang disandang setelah bekerja atau mendapat jabatan di pemerintahan atau swasta, mesti berkinerja atau berprestasi yang hebat.

Oleh karena itu, kunci untuk mengatasi masalah yang dihadapi ialah pendidikan. Pendidikan harus di mulai dari keluarga, di sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Musfihin Dahlan, mantan Anggota DPR RI mengemukakan hasil diskusi yang dilakukannya dengan Prof Dr Bahtiar Effendy sebelum meninggal dunia bahwa kita sudah terlalu jauh meninggalkan warisan founding fathers (para pendiri bangsa) khususnya musyawarah mufakat yang tercantum dalam sila keempat dari Panca Sila.

Dia juga mengutip pendapat Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia yang mengatakan banyak warisan pemikiran para pendiri negara yang ditinggalkan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia.

Krishnan Mulyono, turut mengomentari 9 naga yang sudah seperti monster, yang menurut Musfihin Dahlan 9 naga dominan menguasai sumber daya, dan banyak turunannya.

Evert Matulessy, mengomentari kerusuhan berdarah yang mengakibatkan 3 pekerja di PT GNI Morowali Utara, Sulawesi Tengah, 1 orang pekerja dari WNA China dan 2 orang pekerja lokal.

Pembicara terakhir yang sempat saya rekam adalah Ahmadi Noor Supit, mantan Ketua Banggar DPR RI. Dia mengatakan “Indonesia menjadi incaran dunia karena memiliki kekayaan alam yang luar biasa.”

Dia memberi contoh, Belanda melalui VOC mampu menjajah Indonesia selama 3,5 abad lamanya. Untuk bisa menguasai dan menjajah Indonesia, dipraktekkan politik pecah belah (Devide et Impera).

Itulah sebabnya menurut Ketua Umum Depinas Soksi, Bung Karno mengumandangkan “bangunlah jiwanya.” Dengan terbangunnya jiwa seluruh bangsa Indonesia, maka kita bisa mewujudkan kemerdekaan dalam bidang politik, ekonomi dan sebagainya.

Dari diskusi dalam rangka 45 tahun Kampus Kuning sebagai penanda dipenjarakannya pimpinan dewan mahasiswa-senat mahasiswa 77/78, di kemukakan bahwa untuk menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, kuncinya terletak kepada pemimpin di pusat (Presiden) dan pemimpin di daerah (Kepala Daerah) di seluruh Indonesia.

Berikut foto-foto kegiatan

Baca Juga

Ramadhan 1443H

Salah satu spirit Idul Fitri 1 Syawal 1443 H ialah silaturahmi. Dalam rangka silaturahmi, puluhan juta umat Islam mudik di kampung halaman untuk silaturahmi,...

Politik

Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam, sepatutnya telah menjadi negara yang rakyatnya makmur dan sejahtera. Hal tersebut merupakan percikan pemikiran yang mengemuka...

Lainnya

Pada 29 Mei 2021 pasca Lebaran 1442 H., Forum Kampus Kuning Aktivis 77/78 mengadakan acara silaturrahim di kediaman Achmadi Noor Supit. Acara silaturrahim selalu...

In Memoriam

Perkenalan saya dengan Dr. Johannes Rumeser melalui gerakan mahasiswa 77/78 yang saat itu saat populer dewan mahasiswa/senat mahasiswa.

Lainnya

Pada 29 Januari 2020, Aktivis Gerakan Mahasiswa 77/78 dan Kampus Kuning bersilaturrahim dengan Prof Mahfud MD, Menko Polhukam RI di kediamannya di jalan Denpasar...

Lainnya

Dalam acara santai para aktivis 77/78 Kampus Kuning bersama Ahmadi Noor Supit, Mayjen TNI Purn. Dr. H. Eddie M. Nalapraya, yang menangkap dan memenjarakan...

Lainnya

Gema 77/78 yang dimotori Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta tahun 1977-1978 merupakan gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia...