Connect with us

Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman melakukan shalat pemakaman Jumat untuk mendiang Putri Al-Jawhara bint Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, di Masjid Agung Imam Turki bin Abdullah di Riyadh (11/3/2023) - Saudi Gazette

Lainnya

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman MbS Pemimpin Dunia Arab dan Dunia Islam Terkemuka

Mohammed bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman al-Saud yang populer dengan akronim MbS merupakan pemimpin dunia Arab dan Muslim yang terkemuka dan sangat terkenal sekarang ini.

Mohammed bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman al-Saud yang populer dengan akronim MbS merupakan pemimpin dunia Arab dan Muslim yang terkemuka dan sangat terkenal sekarang ini.

MbS lahir pada 31 Agustus 1985 (usia 37 tahun) di Riyadh, Arab Saudi. Ia menjalani pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi di Arab Saudi.

Di perguruan tinggi MbS kuliah di Universitas Raja Saud yang didirikan sejak tahun 1957, berlokasi di Kota Riyadh. Universitas yang dimasuki MbS adalah universitas terbaik nomor 1 di Arab Saudi.

MbS mengikuti pendidikan dengan baik, hingga lulus dengan predikat terbaik kedua dari kelasnya. Ketika lulus kuliah di usia 23.

Universitas Raja Saud (Jami’ah al-Malik Su’ud), tempat MbS belajar adalah sebuah perguruan tinggi negeri di Arab Saudi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi yang didirikan pada tahun 1957 oleh Raja Saud bin Abdul Aziz dengan nama Universitas Riyadh, yang merupakan Universitas pertama di Arab Saudi yang didedikasikan untuk perkuliahan non-agama.

Universitas Riyadh kemudian diubah namanya menjadi Universitas Raja Saud pada tahun 1982. Ia terletak di Kota Riyadh, Provinsi Riyadh. Universitas raja Saud didirikan untuk memenuhi kekurangan pekerja terampil di Arab Saudi.

MbS Disiapkan Jadi Pemimpin

Raja Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman al-Saud, ayah dari Mohammed bin Salman, sejak kecil telah mendidik dan mempersiapkan putranya untuk menjadi pemimpin Arab Saudi.

MbS tidak seperti para pangeran dari kerajaan Arab Saudi yang banyak belajar di berbagai perguruan tinggi di Eropa dan Amerika Serikat. MbS di sekolahkan oleh ayahnya di Arab Saudi sampai di perguruan tinggi yaitu di Universitas Riyadh yang kemudian diubah namanya menjadi Universitas Raja Saud (King Saud University).
 
Setelah lulus dari perguruan tinggi, Mohammed bin Salman, bekerja sebagai konsultan untuk Komisi Ahli, bekerja untuk Kabinet Saudi.

Pada 15 Desember 2009, pada usia 24 tahun, ia masuk politik sebagai penasihat khusus ayahnya ketika nama yang terakhir menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh. Pada saat ini Mohammed bin Salman mulai naik dari satu posisi ke posisi lain, seperti sekretaris jenderal Dewan Kompetitif Riyadh, penasihat khusus ketua dewan Yayasan Penelitian dan Arsip Raja Abdulaziz, dan anggota dewan wali untuk Albir Society di wilayah Riyadh.

Saat ayahnya naik tahta, ia menunjuk Salman sebagai menteri pertahanannya. MbS kemudian diangkat sebagai Putra Mahkota pada 21 Juni 2017, menyusul keputusan ayahnya untuk mencopot Pangeran Mohammad bin Nayef, membuat MbS menjadi pewaris takhta.

Mohammed bin Salman juga menjabat sejumlah posisi diantaranya penasihat khusus, kepala pengadilan putra mahkota, serta wakil putra mahkota dan presiden dewan ekonomi pembangunan. Jabatan terakhir yang disandang sebagai Perdana Menteri Arab Saudi.

5 Mega Proyek MbS

Arab Saudi di bawah Perdana Menteri MbS berambisi menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Dalam rangka mewujudkan mimpinya itu, MbS membangun setidaknya 5 proyek mercu suar yang menghabiskan dana luar biasa besar.

Arab Saudi dibawa Perdana Menteri MbS mempunyai program dengan Vision 2030, yang bertujuan melakukan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Dalam rangka itu, MbS memacu pembangunan mega proyek yang didanai dari kekayaan kerajaan yang terutama bersumber dari minyak.

Adapun mega proyek yang sedang dibangun MbS antara lain:

1. Airport Amaala

Airport Amaala merupakan salah satu mega proyek MbS untuk menyiapkan sarana penunjang sehubungan dengan dibangunnya kota termewah di dunia yang diberi nama Neom.

Salah satu sarana penunjangnya ialah dibangunnya bandara internasional super mewah yang diberi nama Amaala Airport.

Melansir dari detikTravel, Amaala memiliki tiga area yang jadi tujuan wisata mewah dunia yaitu, Triple Bay, kawasan villa mewah, dan The Coastal Development yang menjadi pusat seni dan budaya.

Berbatasan dengan calon kota termewah dunia, Amaala akan didukung dengan bandara ultra mewah. Menggandeng Foster+Partners, MbS ingin agar bandara ini mewahnya seperti fatamorgana di padang pasir.

Gambaran desainnya seperti ini, Bandara Amaala akan hadir dengan bentuk bergelombang yang menghadirkan ilusi optik dari atas pesawat. Sehingga calon wisatawan yang melihatnya akan menduga ini adalah fatamorgana.

Saat ini, Amaala Airport memang masih dalam gambaran desain. Tapi, detail terminal dan menara kontrolnya sudah dipamerkan dan menarik perhatian dunia.

Hanggar pesawat akan menghadap langsung ke padang pasir. Cahaya lampu menemani penumpang di dalam pesawat untuk melihat alam timur tengah yang begitu eksotik.

Mega proyek ini akan memiliki hanggar khusus jet pribadi. MbS ingin menawarkan pengalaman terbang langsung dari bandara menuju resort atau villa mewah yang sudah dipesan oleh wisatawan.

Amaala Airport dicanangkan akan beroperasi pada tahun 2023. Bandara ini ditargetkan bisa mengakomodasi satu juta wisatawan per tahun.

2. Kota Super Mewah “NEOM”

MbS selaku PM Arab Saudi mulai mewujudkan ambisinya dengan membangun gedung pencakar langit terbesar dan tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, mega proyek ini berlokasi di barat laut Arab Saudi.

Proyek bernama The Mirror Line ini memiliki dua bangunan kaca reflektif setinggi 490 meter. Sementara luasnya adalah 120 kilometer atau 75 mil, melintas di sepanjang daerah pesisir, gunung dan gurun.

Kedua bangunan akan terhubung dengan jalan setapak, dan kereta api cepat bakal melintas di bawahnya. Proyek ini diperkirakan menelan biaya hingga US$ 500 miliar.

The Mirror Line diproyeksikan mampu menampung 5 juta orang. Saking luasnya, mereka bisa melakukan perjalanan dari ujung bangunan ke ujung lainnya dalam waktu 20 menit.

Kota super mewah ini mencakup desain konsep seperti pertanian vertikal irigasi, marina kapal pesiar, dan stadion olahraga yang dibangun hingga 305 meter di atas tanah.

MbS mengatakan sepanjang 170 kilometer di Barat Laut Arab Saudi akan bebas dari mobil dan jalanan, dengan nol emisi karbon. Lokasi dari The Mirror Line adalah Teluk Aqaba sampai ke tengah laut.

Pembangunan Neom ditargetkan selesai pada 2030. Sementara The Mirror Line diperkirakan akan selesai dalam waktu 50 tahun.

3. Red Sea Project

Proyek Laut Merah ini dirancang dengan tujuan menjadikan Arab Saudi sebagai pemimpin dunia dalam bidang pariwisata.

Dikutip dari Arab News, proyek ini direncanakan menjadi kawasan pariwisata mewah di dunia. Dengan total luas kawasan 34.000 km persegi, sebesar 28.000 km persegi memiliki 9 pulau yang akan dibangun berbagai fasilitas mewah.

Di proyek itu akan dibangun 50 hotel super mewah, lalu juga dibangun bandara internasional. Jika proyek ini jadi, diperkirakan akan menyerap 35.000-70.000 pekerja dan menyumbang pendapatan negara per tahunnya US$ 5,9 miliar setara Rp 82,9 triliun.

MbS mengungkapkan proyek hotel atau resort yang akan dibangun di kawasan Laut Merah ini akan menggalakkan kawasan ramah lingkungan.

Dia ingin hotel yang berada di lautan ini dibangun dengan pemandangan terumbu karang. Konsep desainnya ialah Coral Bloom, yang dirancang oleh arsitektur Inggris terkenal dunia, Foster+Partners. Akan dibangun hotel di Pulau Shurayrah.

Pulau Shurayrah adalah rumah bagi sistem terumbu karang terbesar keempat di dunia, karang yang belum tersentuh, dan ada sejumlah besar spesies yang terancam punah. Di pulau itu sendiri akan dibangun 11 hotel.

Kawasan Laut Merah sendiri memiliki pemandangan yang menakjubkan, menampilkan gunung berapi yang tidak aktif, gurun, dan berbagai macam satwa liar dan pemandangan pegunungan.

4. Qiddiya

Qiddiya direncanakan menjadi kota pusat hiburan, olahraga, dan seni. Targetnya menjadi salah satu proyek yang rampung pada 2030. Fasilitas yang akan dibangun dalam proyek ini, dimulai dari olahraga dan kesehatan, alam dan lingkungan, taman dan atraksi, gerak dan mobilitas, serta seni dan budaya.

Salah satu proyek yang dibangun di Qiddiya ialah taman hiburan Six Flags yang akan berisi 28 wahana dan atraksi. Dalam taman hiburan itu juga akan ada arena balap motor hingga lapangan golf kelas elit.

Proyek yang berbasis di Riyadh ini, juga akan dibangun beberapa pusat seni dan budaya, termasuk kompleks seni, tempat festival, bioskop multipleks, dan pusat seni pertunjukan.

5. Ad Diriyah

Mega proyek yang sedang dibangun ialah Ad Diriyah, yang juga disebut ‘permata Arab Saudi’ dimana situs ini dipercaya akan menggerakkan pariwisata Arab Saudi. Ad Diriyah merupakan situs negara pertama yang menjadi pusat kekuasaan asli keluarga Al Saud Arab Saudi.

Lokasi proyek ini berada di pinggiran kota Riyadh, yang diharapkan menjadi tujuan wisata utama yang memiliki resor mewah dan hotel kelas internasional, serta ragam restoran dan hiburan berkelas. Hotel pertama nantinya akan dibuka akhir tahun 2021. Sedangkan Ad Diriyah akan dibuka pada tahun 2020.

Di dalam Ad Diriyah terdapat situs UNESCO, situs Al-Turaif. Kota ini akan dibangun dari batu bata yang telah ada semenjak abad 15. Situs ini telah dibuka semenjak tahun 2010.

Berdasarkan laporan MBC TV Channel, Ad Diriyah memulai projek baru senilai US$ 50 miliar sejak 2022 hingga 2030. Target pengunjungnya sendiri mencapai 27 juta orang.

Arab Saudi menargetkan kunjungan wisata sebanyak 100 juta orang dari seluruh dunia pada tahun 2030.

Arab Saudi & Timur Tengah Aman

Untuk menjadikan Arab Saudi sebagai tempat berkunjung wisatawan kaya dari seluruh dunia sebanyak 100 juta pada tahun 2030, maka Arab Saudi dan Timur Tengah harus aman dan damai.

Oleh karena itu, Republik Islam Iran yang menjadi pesaing utama Arab Saudi di Timur Tengah, harus dirangkul menjadi sahabat yang saling memberi keuntungan dan bahkan dengan Israel sedang dilakukan perundingan rahasia. Tujuannya Arab Saudi bersahabat dengan semua, sehingga Timur Tengah menjadi kawasan yang aman dan damai.

Normalisasi hubungan diplomatik antara Kerajaan Arab Saudi dengan Republik Islam Iran, yang dimediasi Republik Rakyat China (RRC), tujuan utamanya untuk mewujudkan kawasan Timur Tengah yang aman dan damai.

Dampak positif dari itu, Suriah yang didukung Iran, Hizbullah dan Rusia, sementara pemberontak yang di dukung Arab Saudi dan Amerika Serikat, segera menjalin hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. Demikian pula, perang di Yaman akan berakhir damai karena dua negara pendukung dua kekuatan yang berperang yaitu Iran dan Arab Saudi sudah berdamai.

Dengan aman dan damainya Timur Tengah, maka 5 proyek raksasa MbS, tidak saja terwujud tetapi bisa membawa Timur Tengah menjadi kawasan yang aman, damai dan makmur.

Semua proyek raksasa yang sedang dilaksanakan MbS, perdamaian antara Arab Saudi dan Republik Islam Iran serta perdamaian di Timur Tengah, termasuk peningkatan layanan (service) terhadap kedatangan dan kepulangan jamaah haji dan umrah di Arab Saudi, telah menghantarkan MbS sebagai calon Raja Arab Saudi menjadi pemimpin dunia Arab dan dunia Islam yang terkemuka dan disegani.

Baca Juga

Lainnya

Lionel Messi dan skuad dari Argentina sukses memenangkan pertandingan sepak bola final Piala Dunia melawan Prancis di Stadion Lusail di Lusail, Qatar, Minggu, 18 Desember...

Lainnya

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan Piala Dunia 2022 Qatar merupakan gelaran terbaik sepanjang sejarah.

Lainnya

Maroko akan berhadapan Prancis pada babak semifinal Sepak Bola Piala Dunia di Al Bayit Stadium Antar pada 15 Desember 2022.

Lainnya

Piala Dunia atau World Cup yang sedang berlangsung di Qatar saat ini luar biasa hebat. FIFA World Cup Qatar 2022 merupakan Piala Dunia ke-22...

Politik

MBS dan Macron berusaha mencari jalan keluar dari krisis energi dan kelangkaan pangan. Macron mendesak Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyaknya guna membantu menurunkan...

Politik

Geopolitik sedang berubah khususnya di Timur Tengah. Kekuatan politik Timur Tengah tidak lagi sepenuhnya di dominasi oleh Amerika Serikat. Akankan kekuatan politik Timur Tengah...

Politik

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Kita...

Ramadhan 1443H

Arab Saudi adalah sebuah negara kerajaan yang sering juga disebut The Kingdom of Saudi Arabia. Negara ini tergolong kaya karena memiliki sumber daya alam...