Partai Politik Dipersimpangan Jalan

Praktik pengelolaan partai politik yang tidak buruk jadi sumber korupsi yang merusak babgsa dan negara. Kondisi demikian harus direformasi, agar parpol menjadi sumber pengkaderan dan rekrutmen para calon pemimpin bangsa dan negara serta daerah yang baik yang memberi manfaat besar kepada bangsa dan negara.

Partai Demokrat Merosot, Apa Penyebabnya dan Apa Yang Sebaiknya Dilakukan

Pasca SBY tidak memimpin Indonesia, sikap politik Demokrat di parlemen "mengambang," tidak oposisi tidak juga pro pemerintah. Dampaknya, rakyat beralih dukungan kepada partai politik yang lebih tegas karena dianggap lebih menjanjikan. Dalam politik, citra sangat penting dan menentukan. Kalau citra suatu partai politik dicitrakan baik selalu memihak kepada rakyat, maka rakyat akan mendukung dalam pemilu.

Partai Nasdem Versus Partai Golkar dan PKS Versus Partai Gelora

Pertanyaannya, apakah nasib Partai Gelora yang didirikan Anis Matta, Fahri Hamzah dan lain-lain akan mengalami nasib seperti Partai Nasdem? Atau akan mengalami nasib seperti Partai Berkarya yang didirikan Tommy Soeharto yang mencoba mengambil segmen pasar Partai Golongan Karya dengan membuat warna baju hampir sama baju Golkar dan merekrut mantan petinggi Partai Golkar seperti Priyo Budi Santoso dan Titiek Soeharto.

Reformasi Partai Politik

Partai politik harus direformasi. Pentingnya partai politik direformasi karena partai politik merupakan sumber rekrutmen pemimpin negara. Kalau partai politik baik, maka baiklah bangsa dan negara ini. Dalam rangka melakukan reformasi terhadap partai politik, maka harus dilakulan lima hal.

Kahmi: Sistem Pemilu Legislatif Tertutup, Pemilu Presiden Tanpa Presidential Threshold

Majelis Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) dalam sarasehan nasional yang bertema: "Demokrasi, Pemilu dan Keindonesian" di Grand Sahid Jaya Hotel (16/10/2019) menampilkan pembicara: Akbar Tandjung, Mahfud MD, Siti Zuhro, Undi Ludigdo, Komarudin Hidayat, Wawan Sobari, Moch. Nurhasim, Ferry Kurnia Rizkiyansyah serta para peserta lain. Mereka menyampaikan pentingnya dilakukan evaluasi pelaksanaan pemilu serentak (pemilu legislatif dan pemilu Presiden).

DPR, Demo Generasi Millenial Yang Jenaka – Undang Tawa

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sudah dilantik dan para ketuanya sudah ditunjuk atau dipilih. Pertanyaannya, bisakah mereka mengemban tugas dengan baik? Pernyataan ini dikemukakan karena saat ini mahasiswa, pelajar dan rakyat di seluruh Indonesia sedang bergejolak, seperti demo generasi millenial belakangan ini. Sebagian besar masyarakat meragukan kemauan, keberanian dan kemampuan mereka mengemban amanah.

Jokowi Hadapi Tiga Masalah Besar: Demo Mahasiswa, Karhutla dan Papua

Presiden Jokowi di akhir pemerintahannya periode pertama, menghadapi banyak sekali masalah, diantaranya demo mahasiswa yang amat besar karena diikuti mahasiswa dari seluruh kampus di Indonesia. Pada saat yang sama, di berbagai daerah di Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan terjadi kebakaran hutan, yang dampak negatifnya telah sampai di Malaysia, Singapura dan negara lain.

Penyelenggara Pemilu Partai Politik Peserta Pemilu, TNI-POLRI Ikut Pemilu

Majelis Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MP Kahmi) dalam Focus Group Discussion (FGD) pada 19 September 2019 di Best Western Premier Cawang Jakarta telah membahas "Kajian Strategis Skema Pemilu yang Aplikatif dan Efektif untuk Indonesia." Para peserta FGD menyoroti buruknya penyelenggaraan Pemilu serentak, sehingga Hamdan Zoelva mengusulkan penyelenggara Pemilu sebaiknya dilaksanakan partai politik peserta Pemilu seperti penyelenggaraan Pemilu pada awal Orde Reformasi di masa pemerintahan BJ Habibie.

Tuhan Turunkan Tokoh Seperti BJ Habibie di Bumi Indonesia

Tidak mudah menghadirkan pemimpin di Indonesia seperti BJ Habibie di era demokrasi. Oleh karena pemimpin yang hadir di alam demokrasi yang dipilih langsung oleh rakyat yang mayoritas masih kurang pendidikan dan miskin, pasti memilih pemimpin yang bisa menyogok dan menyuap mereka dengan memberi uang dan sembako. BJ Habibie dan para pemimpim yang berkarakter dan berintegritas pasti tidak mau melakukan hal semacam itu, termasuk kerjasama dengan para pemilik modal untuk memenangi pemilihan Presiden.

Start typing and press Enter to search