Kahmi: Sistem Pemilu Legislatif Tertutup, Pemilu Presiden Tanpa Presidential Threshold

Majelis Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) dalam sarasehan nasional yang bertema: "Demokrasi, Pemilu dan Keindonesian" di Grand Sahid Jaya Hotel (16/10/2019) menampilkan pembicara: Akbar Tandjung, Mahfud MD, Siti Zuhro, Undi Ludigdo, Komarudin Hidayat, Wawan Sobari, Moch. Nurhasim, Ferry Kurnia Rizkiyansyah serta para peserta lain. Mereka menyampaikan pentingnya dilakukan evaluasi pelaksanaan pemilu serentak (pemilu legislatif dan pemilu Presiden).

DPR, Demo Generasi Millenial Yang Jenaka – Undang Tawa

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sudah dilantik dan para ketuanya sudah ditunjuk atau dipilih. Pertanyaannya, bisakah mereka mengemban tugas dengan baik? Pernyataan ini dikemukakan karena saat ini mahasiswa, pelajar dan rakyat di seluruh Indonesia sedang bergejolak, seperti demo generasi millenial belakangan ini. Sebagian besar masyarakat meragukan kemauan, keberanian dan kemampuan mereka mengemban amanah.

Jokowi Hadapi Tiga Masalah Besar: Demo Mahasiswa, Karhutla dan Papua

Presiden Jokowi di akhir pemerintahannya periode pertama, menghadapi banyak sekali masalah, diantaranya demo mahasiswa yang amat besar karena diikuti mahasiswa dari seluruh kampus di Indonesia. Pada saat yang sama, di berbagai daerah di Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan terjadi kebakaran hutan, yang dampak negatifnya telah sampai di Malaysia, Singapura dan negara lain.

Penyelenggara Pemilu Partai Politik Peserta Pemilu, TNI-POLRI Ikut Pemilu

Majelis Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MP Kahmi) dalam Focus Group Discussion (FGD) pada 19 September 2019 di Best Western Premier Cawang Jakarta telah membahas "Kajian Strategis Skema Pemilu yang Aplikatif dan Efektif untuk Indonesia." Para peserta FGD menyoroti buruknya penyelenggaraan Pemilu serentak, sehingga Hamdan Zoelva mengusulkan penyelenggara Pemilu sebaiknya dilaksanakan partai politik peserta Pemilu seperti penyelenggaraan Pemilu pada awal Orde Reformasi di masa pemerintahan BJ Habibie.

Tuhan Turunkan Tokoh Seperti BJ Habibie di Bumi Indonesia

Tidak mudah menghadirkan pemimpin di Indonesia seperti BJ Habibie di era demokrasi. Oleh karena pemimpin yang hadir di alam demokrasi yang dipilih langsung oleh rakyat yang mayoritas masih kurang pendidikan dan miskin, pasti memilih pemimpin yang bisa menyogok dan menyuap mereka dengan memberi uang dan sembako. BJ Habibie dan para pemimpim yang berkarakter dan berintegritas pasti tidak mau melakukan hal semacam itu, termasuk kerjasama dengan para pemilik modal untuk memenangi pemilihan Presiden.

In Memoriam BJ Habibie: Legacy Kepada Bangsa, Negara dan Agama

Seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada dan mereka yang pernah bertemu dan mengenal Prof Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie pasti sangat bersedih dan berduka atas kepulangan beliau diharibaan Allah Yang Maha Kuasa. Sebagai pribadi, kenangan paling indah terhadap Prof Dr BJ Habibie karena saya menjadi anggota DPR/MPR RI dan pensiun sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara dikukuhkan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Anies Beri Contoh Bangun Demokrasi: Tidak Gunakan Kekuasaan Ubah Peta Politik DKI Jakarta

Pergolakan politik dalam pemilihan Gubernur DKI dan reuni 212 memberi kontribusi adanya perubahan peta politik DKI Jakarta. Anies memberi contoh dalam berdemokrasi bahwa rakyatlah yang berdaulat (berkuasa). Kekuasaan rakyat yang diwujudkan dengan memilih calon anggota DPRD DKI yang akan mewakili kepentingannya sebagai warga DKi harus bebas, tidak boleh diintervensi oleh penguasa untuk memenangkan kelompoknya.

Pelajaran Dari Papua Untuk Mengubah Arah dan Orientasi Pembangunan

Pelajaran dari papua yang dikemukakan Gubernur Lukas Enembe babwa masyarakat membutuhkan guru dan kehidupan, hendaknya menyadarkan Presiden Jokowi dan para menteri, sejatinya rakyat Papua dan rakyat Indonesia tidak terlalu membutuhkan Trans Papua, Trans Sumatera, Trans Sulawesi, Trans Jawa dan lain-lain, yang amat di perlukan adalah guru dan kehidupan. Mulailah dengan membangun sumber daya manusianya, dari para perempuan dan wanita di papua.

Megawati dan PDIP: Selamatkan Indonesia dan Trisakti Soekarno

Hari ini, 8 Agustus hingga 11 Agustus 2019, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan akronim PDIP akan menyelenggarakan Kongres V di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali. PDIP adalah pemenang Pemilu dua kali berturut-turut, sehingga memiliki tanggung jawab besar untuk menyelamatkan dan membawa besar dan hebat seluruh bangsa Indonesia dan negara kesatuan Republik Indonesia. Kedua, yang memimpin Indonesia adalah kader PDIP. Kalau ada apa-apa terhadap Indonesia, PDIP sebagai pengusung utama Presiden akan dimintai pertanggung jawaban oleh publik.

Mbah Moen Wafat: Indonesia Kehilangan Pejuang Islam di Bidang Pendidikan dan Politik

Perjuangan Mbah Moen melalui tiga jalur yaitu bidang pendidikan (pesantren), organisasi ulama (PB NU) dan bidang politik (PPP). Tiga bidang itu, dia tekuni sampai Allah memanggilnya pada 06 Agustus 2019 saat menunaikan ibadah haji di kota suci Makkah al-Mukarramah. Selain itu, Mbah Moen aktif di organisasi kebangkitan ulama, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai Mustasyar. Mbah Moen wafat, indonesia kehilangan pejuang islam di bidang pendidikan dan politik.

Menolak Putusan Hukum dan Hakim Tidak Memenuhi Prinsip Keadilan

Rekomendasi ulama tentang penegakan hukum yang tidak menghadirkan rasa keadilan masyarakat, merupakan bentuk keprihatinan yang mendalam dan protes sosial terhadap penegakan hukum yang hanya berdasarkan legalistik berdasarkan undang-undang yang dibuat Dewan Perwakilan Rakyat bersama pemerintah, yang dalam banyak hal hanya untuk melindungi kepentingan kekuasaan dengan mengabaikan rasa keadilan yang bersemi di dalam hati sanubari masyarakat.

Ridwan Kamil Capres 2024 dan Technopreneur Indonesia

Ridwan Kamil memiliki kelebihan dan kekuatan yang tidak dimiliki bakal calon Presiden 2024. Akan tetapi, juga memiliki kekurangan yang sebaiknya diperbaiki dalam lima tahun mendatang semasa menjadi Gubernur Jawa Barat. Interaksi pemerintah dengan pakar teknologi Indonesia sangat sering dilakukan. Bisnis teknologi atau istilah technopreneur memang sangat berkembang di Indonesia. Seorang figur politik haruslah mengerti tentang teknologi agar dapat sukses kedepannya.

Start typing and press Enter to search