Reuni 212 Membangun Kebersamaan, Persaudaraan dan Persatuan Umat Islam

Reuni 212 tahun 2019 telah sukses dilaksanakan. Setidaknya ada tiga indikator untuk memastikan bahwa reuni 212 dengan tema "Maulid Akbar dan Reuni Mujahid 212" telah sukses dilaksanakan. Pertama, dihadiri massa dalam jumlah yang amat besar. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia dan dari luar negeri dengan biaya sendiri. Dalam tulisan saya di twitter (2/12/2019) saya mengatakan: tidak ada tokoh, ormas dan partai politik di Indonesia yang mampu menghadirkan jumlah massa yang luar biasa besar tanpa dibayar kecuali aksi 212 dengan tokoh sentral Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Spirit Tauhid Pendorong Utama Suksesnya Reuni 212 Selama Tiga Kali

Reuni 212 telah berlangsung sukses hari ini (2/12/2019) yang dihadiri begitu banyak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang menghadiri acara Reuni 212 dengan biaya sendiri. Ada yang naik pesawat, carter pesawat, naik kapal laut, kereta api, carter bus, naik motor, kuda dan berbagai moda transportasi. Saya terharu menyaksikan tingginya semangat masyarakat menghadiri acara tersebut yang dikemas dengan tema "Maulid Akbar dan Reuni Mujahid 212."

Partai Politik Dipersimpangan Jalan

Praktik pengelolaan partai politik yang tidak buruk jadi sumber korupsi yang merusak babgsa dan negara. Kondisi demikian harus direformasi, agar parpol menjadi sumber pengkaderan dan rekrutmen para calon pemimpin bangsa dan negara serta daerah yang baik yang memberi manfaat besar kepada bangsa dan negara.

Partai Demokrat Merosot, Apa Penyebabnya dan Apa Yang Sebaiknya Dilakukan

Pasca SBY tidak memimpin Indonesia, sikap politik Demokrat di parlemen "mengambang," tidak oposisi tidak juga pro pemerintah. Dampaknya, rakyat beralih dukungan kepada partai politik yang lebih tegas karena dianggap lebih menjanjikan. Dalam politik, citra sangat penting dan menentukan. Kalau citra suatu partai politik dicitrakan baik selalu memihak kepada rakyat, maka rakyat akan mendukung dalam pemilu.

Partai Nasdem Versus Partai Golkar dan PKS Versus Partai Gelora

Pertanyaannya, apakah nasib Partai Gelora yang didirikan Anis Matta, Fahri Hamzah dan lain-lain akan mengalami nasib seperti Partai Nasdem? Atau akan mengalami nasib seperti Partai Berkarya yang didirikan Tommy Soeharto yang mencoba mengambil segmen pasar Partai Golongan Karya dengan membuat warna baju hampir sama baju Golkar dan merekrut mantan petinggi Partai Golkar seperti Priyo Budi Santoso dan Titiek Soeharto.

Reformasi Partai Politik

Partai politik harus direformasi. Pentingnya partai politik direformasi karena partai politik merupakan sumber rekrutmen pemimpin negara. Kalau partai politik baik, maka baiklah bangsa dan negara ini. Dalam rangka melakukan reformasi terhadap partai politik, maka harus dilakulan lima hal.

Dari Diskusi Fordis ICS Kahmi: Genjot Produksi Dalam Negeri Stop Impor Untuk Selamatkan Rakyat

Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Fordis ICS Kahmi) pada 8 November 2019 telah melaksanakan diskusi terbatas yang diikuti Fahmi Idris, Harun Kamil (Ketua Dewan Pembina), Musni Umar (koordinator), Andi Faizal Jollong, Nazaruddin Nasution, Achmad Marzuki, Gamari Sutrisno, Musfihin Dahlan, dan Abidinsyah Sastrawijaya.

Prof Yahaya Ibrahim Memuji Para Menteri Indonesia

Prof. Dr. Yahaya Ibrahim, Direktur Global Education Services Malaysia, memuji para Menteri Indonesia yang memiliki kualitas tinggi dari kalangan profesional yang dipilih Presiden Jokowi. Mantan rektor Universitas Sultan Zainal Abidin (Unisza) Malaysia mengemukakan hal tersebut dalam perjumpaan dengan saya di Swissbel Hotel Simatupang Jakarta (4/11/2019).

Start typing and press Enter to search